Tahun A~Hari Raya Pentakosta~Roh Kudus~Yoh 20:19-23

(Bacakan Injilnya terlebih dahulu dari Injil Yohanes 20:19-23)


Adik-adik, siapa yang senang main layang-layang? Sungguh sangat menyenangkan menyaksikan layang-layang membumbung tinggi ke langit. Apakah yang membuat layang-layang bisa tetap di atas sana? Angin. Siapa yang pernah melihat angin? (Beri kesempatan anak-anak menjawab). Tidak ada seorangpun yang dapat melihat angin. Kita tidak dapat melihat angin, karena angin itu memang tidak dapat dilihat. Baiklah! Jika kita tidak dapat melihat angin, bagaimana kita dapat mengetahui bahwa angin ada di sini?

Salah satu cara untuk mengetahui adanya angin adalah dengan mendengarkannya. Kakak dapat mendengarkan angin yang berdesir melewati pohon, cerobong asap, sekitar jendela dan pintu. Kita tidak dapat melihat angin, tetapi dapat mengetahuinya, karena kita dapat mendengarkannya.

Cara lain untuk mengetahui adanya angin adalah dengan melihat perpindahan benda-benda. (Ambil potongan kertas kecil-kecil dan tiuplah ke udara). Kita dapat mengetahui adanya angin dengan melihat daun-daun di pohon dan potongan-potongan kertas yang berterbangan. Kita tidak dapat melihat angin, tetapi dapat mengetahuinya, karena kita melihat apa yang dilakukan oleh angin itu.

Masih ada cara lain lagi untuk mengetahui adanya angin, yaitu dengan merasakannya. Coba tiuplah punggung tangan atau tangan kalian. Apakah kalian melihat sesuatu? Tidak, tetapi kalian dapat merasakan sesuatu. Kita tidak dapat melihat angin, tetapi dapat merasakan angin yang bertiup ke arah muka kita dan menerpa rambut kita.

Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Pentakosta. Pada hari Pentakosta, Tuhan mencurahkan Roh Kudus kepada Gereja-Nya. Kitab Suci mengatakan bahwa waktu itu para murid sedang berkumpul bersama. Tiba-tiba ada suara yang sangat kuat, seperti angin ribut. Kemudian mereka penuh dengan Roh Kudus. Roh Kudus itu seperti angin. Kita tidak dapat melihatnya, tetapi dapat mengetahui bahwa Ia ada, sama seperti kita dapat mengetahui adanya angin.

Kita dapat mengetahui bahwa Roh Kudus itu ada dengan mendengarkan-Nya. Kitab Suci mengatakan: "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku akan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku" (Why 3:20). Kita dapat melihat Roh Kudus, tetapi dapat mengetahui Roh Kudus itu ada di sini, karena Ia berbicara dalam hati kita.

Cara lain lagi untuk mengetahui adanya Roh Kudus adalah dengan memperhatikan karya-Nya yang menggerakkan orang untuk melakukan kehendak Tuhan. Kitab Suci mengatakan bahwa Roh Allah menggerakkan orang-orang untuk berbicara dan melakukan sesuatu bagi-Nya (2Petrus 1:21).
Kita tidak dapat melihat Allah, tetapi dapat melihat perbuatan orang-orang yang digerakkan oleh Roh Allah.

Kita dapat mengetahui adanya Roh Kudus dengan merasakan kehadiran-Nya. Kitab Suci mengatakan: "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku" (Mazmur 23:4). Kitab Suci juga mengatakan, bila kita mencintai satu sama lain, Allah hidup di dalam diri kita. Kita tidak dapat melihat Roh Kudus, tetapi dapat mengetahui bahwa Ia ada di sini, karena kita dapat merasakan kehadiran-Nya dalam hidup kita.

Bahan kreativitas :

Ada 2 (dua) bahan kreativitas yang bisa teman-teman buat, berikut bahannya:

1. Baling-baling kertas bertemakan tentang "Pentakosta"



Baling-baling yang sudah diwarnai dan digunting dibagian garis putus-putusnya (jangan semua garisnya digunting ya)

Setelah digunting, lipat ke arah dalam kemudian beri lem (lipat di bagian empat titik hitam dibagian ujungnya ke arah tengah, lihat contoh jadinya di bawah ini)

Kemudian tempelkan sedotan di bagian belakang baling-baling kertasnya tempel dengan menggunakan double tape)


Print gambar di bawah ini di kertas tebal berukuran A4, gunting sesuai garis putus-putusnya, beri warna agar menarik kemudian tempelkan ke empat (4) titik di bagian ujungnya ke bagian tengah dengan menggunakan double tape, terakhir tempelkan sedotan di bagian belakang baling-baling kertasnya untuk pegangan, dan hias dengan menempelkan manik-manik (lihat contoh jadinya)

2. Hiasan "Pentakosta"


Print gambar di bawah ini, gunting sesuai polanya, beri warna agar menarik (lihat contoh jadinya di atas), kemudian buat gulungan kertas dari kertas putih berukuran A4, gulung menjadi seperti diatas, beri warna seperti contoh di atas (atau sesuai kreatifitas pendamping) kemudian tempelkan gambar burung merpati di bagian tengah gulungan kertas tersebut, untuk gambar lidah api tempelkan ke pita yang sudah digunting memanjang, lalu tempelkan pita tersebut ke bagian dalam gulungan kertas tersebut, jangan lupa untuk memberi tali di bagian atas gulungan kertas tersebut sebagai pegangannya (lihat contoh jadinya)

Print ayat emasnya di kertas berukuran A4, gunting sesuai pola kemudian beri warna agar menarik dan tempelkan ayat emas tersebut ke bagian bawah gambar burung merpati diatas (lihat contoh jadinya)

Source:
Buku Aku Sahabat Yesus Tahun A oleh Kak Tan Mariam, DKK.
http://clipart-library.com/clipart/rcnrBn8ei.htm
http://www.samueladvies.nl/images/stories/werkjes/vp694.pdf




Comments